Download | Soal dan Pembahasan Fisika SMA (Mikrajuddin Abdullah)

Pada post kali ini, admin akan memberikan pembahasan soal-soal yang diambil dari buku Fisika karangan Mikrajuddin Abdullah
  1. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Gelombang | Download
  2. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Pengukuran | Download
  3. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Gejala Gelombang | Download
  4. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Vektor | Download
  5. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Gelombang Elektromagnetik | Download
  6. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Gelombang Bunyi | Download
  7. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Hukum Coulomb | Download

Download | Soal dan Pembahasan Fisika SMA (Marthen Kanginan)

Post kali ini admin akan memberikan pembahasan soal-soal yang diambil dari buku Fisika karangan Marthen Kanginan.
  1. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Medan Magnetik | Download
  2. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Kinematika Gerak | Download
  3. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Kinematika Vektor | Download
  4. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Mekanika Fluida | Download
  5. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Listrik Statis | Download
  6. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Listrik Dinamis | Download
  7. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Optika Geometris | Download
  8. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Gerak Melingkar | Download
  9. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Hukum Newton Tentang Gerak | Download
  10. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Bunyi Martin Kanginan | Download
  11. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Dinamika Rotasi dan Kesetimbangan | Download
  12. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Induksi Elektromagnetik | Download
  13. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Hukum Newton Tentang Gravitasi | Download
  14. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Gelombang Elektromagnetik | Download
  15. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Gejala Gelombang | Download
  16. Soal dan Pembahasan Fisikan Bab Cahaya | Download
  17. Soal dan Pembahasan Fisika Bab Elastisitas dan Gerak Harmonis | Download

Kelas IX | Hukum Ohm

Hasil eksperimen George Simon Ohm pada tahun 1827 menunjukkan bahwa arus listrik I yang mengalir pada kawat penghantar sebanding dengan beda potensial V yang diberikan pada ujung-ujungnya. 
Jika beda potensial diperbesar maka arus yang mengalir juga semakin besar. Hasil eksperimen ini dikenal dengan hukum Ohm. Hubungan antara V dan I secara grafik adalah
 
Dari gambar tampak bahwa kuat arus listrik sebanding dengan tegangan yaitu
Sehingga 
Konduktansi dari konduktor yang merupakan kebalikan dari Resistansi, maka 
Sehingga 
Dengan: 
R = hambatan listrik (ohm, Ω) 
V = beda potensial atau tegangan (volt, V) 
I = kuat arus listrik (ampere, A) 

Perumusan di atas untuk kasus R konstan dikenal sebagai Hukum Ohm yang berbunyi: kuat arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar listrik sebanding dengan tegangan (beda potensial) antara dua titik pada penghantar tersebut, asalkan R konstan. Melihat grafik hubungan I-V, maka semakin miring (curam) grafik I-V maka hambatannya makin besar dan begitu juga sebaliknya. 

Bahas Soal Fisika | Besaran dan Satuan 02

Soal:
1. Besaran yang termasuk besaran pokok adalah ....
a. panjang, gaya, kecepatan
b. panjang, suhu, volume
c. panjang, massa, suhu
d. panjang, massa, luas

2. Berikut yang merupakan kelompok besaran turunan adalah ....
a. gaya, kecepatan, dan panjang
b. massa jenis, massa, dan volume
c. luas, panjang, dan lebar
d. volume, massa jenis, dan gaya

Penyelesaian:
Ada 7 besaran pokok yaitu:
  1. panjang (meter)
  2. massa (kilogram)
  3. waktu (sekon)
  4. suhu (kelvin)
  5. kuat arus listrik (ampere)
  6. intensitas cahaya (candela)
  7. jumlah zat (mol)
Melihat dari  daftar besaran pokok tersebut, maka jawaban untuk pertanyaan no 1 ialah (c) panjang, massa, suhu dan untuk no 2 ialah (d) volume, massa jenis, gaya.

Kelas IX | Hambatan Listrik

Dalam suatu rangkaian listrik tentu terdapat hambatan. Hambatan/resistansi merupakan karakteristik umum dari suatu rangkaian. Berikut akan dijelaskan secara lebih detail karakteristik hambatan komponen-komponen dalam rangkaian listrik
1. Hambatan Kawat Penghantar. Besarnya hambatan kawat penghantar dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu Hambatan jenis penghantar, panjang penghantar, dan luas penampang penghantar 
 
2. Hambatan Resistor. Dalam suatu rangkaian, kadangkala digunakan resistor sebagai penghambat arus. Resistor digunakan agar tidak membuang banyak biaya dalam pembuatan suatu hambatan. Besarnya resistansi suatu resistor dapat kita tentukan secara langsung menggunakan alat ukur hambatan (ohmmeter) atau bisa juga dilakukan penghitungan manual menggunakan kode warna resistor. Terkait dengan kode warna resistor, akan dijelaskan seperti berikut
    Kode Warna Resistor 

    Warna Angka I Angka II Faktor Pengali Toleransi
    Hitam 0 0 100
    Coklat 1 1 101
    Merah 2 2 102
    Jingga 3 3 103
    Kuning 4 4 104
    Hijau 5 5 105
    Biru 6 6 106
    Ungu 7 7 107
    Abu 8 8 108
    Putih 9 9 109
    Emas


    5 %
    Perak


    10 %
    Tak berwarna


    20 %

    Kelas IX | Tegangan Listrik

    Tegangan listrik (Voltage) adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensial listriknya, suatu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi. Secara definisi tegangan listrik menyebabkan obyek bermuatan listrik negatif tertarik dari tempat bertegangan rendah menuju tempat bertegangan lebih tinggi. Sehingga arah arus listrik konvensional di dalam suatu konduktor mengalir dari tegangan tinggi menuju tegangan rendah.

    Agar terjadi aliran muatan (arus listrik) dalam suatu rangkaian tertutup, maka haruslah ada beda potensial/beda tegangan di kedua ujung rangkaian. Beda potensial listrik adalah energi tiap satu satuan muatan.

    Jika energi tiap muatan habis akibat penggunaan, maka di kedua ujung rangkaian tidak akan ada beda potensial (beda potensial bernilai nol). Akibatnya komponen-komponen elektronika seperti lampu, trafo, dan lain sebagainya tidak akan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Perhatikanlah gambar berikut. Adanya beda potensial pada ujung ujung sumber tegangan, menyebabkan lampu dalam rangkaian tertutup tersebut dapat menyala. Pada lampu terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kalor dan cahaya.

    Untuk mengukur langsung beda potensial listrik pada lampu, maka dipasang alat ukur tegangan/beda potensial seperti terlihat pada gambar. Pada gambar tersebut, alat ukur tegangan dipasang paralel dengan komponen yang hendak diukur beda potensialnya.